Pages

Labels

Senin, 10 Desember 2012

Motor Sinkron

       Motor sinkron serupa dengan motor induksi pada mana keduanya mempunyai belitan stator yang menghasilkan medan putar. Tidak seperti motor induksi, motor sinkron dieksitasi oleh sebuah sumber tegangan dc di luar mesin dan karenanya membutuhkan slip ring dan sikat (brush) untuk memberikan arus kepada rotor. Pada motor sinkron, rotor terkunci dengan medan putar dan berputar dengan kecepatan sinkron. Jika motor sinkron dibebani ke titik dimana rotor ditarik keluar dari keserempakannya dengan medan putar, maka tidak ada torque yang dihasilkan, dan motor akan berhenti. Motor sinkron bukanlah self-starting motor karena torque hanya akan muncul ketika motor bekerja pada kecepatan sinkron; karenanya motor memerlukan peralatan untuk membawanya kepada kecepatan sinkron.
       Motor sinkron menggunakan rotor belitan. Jenis ini mempunyai kumparan yang ditempatkan pada slot rotor. Slip ring dan sikat digunakan untuk mensuplai arus kepada rotor.

Penyalaan Motor Sinkron
       Sebuah motor sinkron dapat dinyalakan oleh sebuah motor dc pada satu sumbu. Ketika motor mencapai kecepatan sinkron, arus AC diberikan kepada belitan stator. Motor dc saat ini berfungsi sebagai generator dc dan memberikan eksitasi medan dc kepada rotor. Beban sekarang boleh diberikan kepada motor sinkron. Motor sinkron seringkali dinyalakan dengan menggunakan belitan sangkar tupai (squirrel-cage) yang dipasang di hadapan kutub rotor. Motor kemudian dinyalakan seperti halnya motor induksi hingga mencapai –95% kecepatan sinkron, saat mana arus searah diberikan, dan motor mencapai sinkronisasi. Torque yang diperlukan untuk menarik motor hingga mencapai sinkronisasi disebut pull-in torque. 
       Seperti diketahui, rotor motor sinkron terkunci dengan medan putar dan harus terus beroperasi pada kecepatan sinkron untuk semua keadaan beban. Selama kondisi tanpa beban (no-load), garis tengah kutub medan putar dan kutub medan dc berada dalam satu garis (gambar dibawah bagian a). Seiring dengan pembebanan, ada pergeseran kutub rotor ke belakang, relative terhadap kutub stator (gambar bagian b). Tidak ada perubahan kecepatan. Sudut antara kutub rotor dan stator disebut sudut torque




Gambar sudut torque (torque angle)
Jika beban mekanis pada motor dinaikkan ke titik dimana rotor ditarik keluar dari sinkronisasi alpha=90derajat, maka motor akan berhenti. Harga maksimum torque sehingga motor tetap bekerja tanpa kehilangan sinkronisasi disebut pull-out torque.

Kamis, 06 Desember 2012

Cuban Pelangi


Salah satu objek wisata air terjun atau yang yang sering disebut dengan "Cuban" di daerah Malang sini yang cukup menawan yaitu ini dia :
Cuban Pelangi yang berlokasi di daerah Kabupaten Malang.

Kalau lagi banyak fikiran pasti enak ya kalau kesana lagi, disaat seperti ini yang lagi "badmood". Ya kalau udah hobinya udah suka traveling  kayak aku ini sukanya jalan-jalan aja hehehehe. Tapi sayangnya karena waktu san situasi yang tidak mendukung akhirnya hanya bisa lihat foto-foto masa lalu deh. Dan ini akau yang tampaknya cantik kalau dilihat dari arah manapun hehehehe....

Salah satu tempat yang bisa kawan-kawan kunjungi di hari libur....

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir


Sudah lama banyak negara berkembang yang menggunakan nuklir sebagai pembangkit tenaga listrik semisalnya Cina, Amerika Serikat, Rusia, Korea dan sebagainya. Tapi sayangnya di Indonesia itu masih menjadi perencaanan sampai saat ini. Untuk itu marilah kita kenali terlebih dahulu bagaimana proses pembangkitan listrik yang menggunakan nuklir tersebut.
A. Pengertian PLTN
      Sebuah pembangkit daya thermal yang menggunakan satu atau beberapa reaktor nuklir sebagai sumber  panasnya.
B. Prinsip Kerja PLTN
     Di dalam reaktor terjadi reaksi fisi bahan bakar uranium sehingga menghasilkan energi panas, kemudian air di dalam reaktor dididihkan, energi kinetik uap air yang didapat digunakan untuk memutar turbin sehingga menghasilkan listrik untuk diteruskan ke jaringan transmisi. Prinsip kerja dari PLTN hampir sama dengan PLTU.
C. Reaksi Fusi Pada PLTN
     Reaksi fisi terjadi saat neutron menumbuk Uranium-235 dan saat itu pula atom Uranium akan terbagi menjadi 2 buah atom Kr dan Br.Pada saat Uranium-235 ditumbuk oleh neutron, akan muncul juga 2-3 neutron baru. Kemudian neutron ini akan menumbuk lagi Uranium-235 lainnya dan muncul lagi 2-3 neutron baru lagi. Reaksi seperti ini akan terjadi terus menerus secara perlahan di dalam reaktor nuklir.

Gambar di atas merupakan gambaran dari reaksi fusi Uranium, atom terpecah
dan menghasilkan neutron dan panas.
D. Bahan Utama
     Bahan utama dari PLTN ini adalah Uranium dan tabung reaktor.
      Gambar diatas merupakan sebuah uranium yang sudah dibungkus.

Gambar diatas merupakan sebuah tabung reaktor.
        Energi panas yang dikeluarkan dari pembelahan satu kg bahan bakar nuklir 235U adalah sebesar 17 milyar kilokalori, atau setara dengan energi yang dihasilkan dari pembakaran 2,4 juta kg (2.400 ton) batubara.
E. Kelebihan dan Kekurangan PLTN
     Kelebihan dari PLTN ini adalah :
  • Bahan bakarnya tidak mahal
  • Mudah untuk dipindahkan (dengan sistem keamanan yang ketat)
  • Energinya sangat tinggi
  • Tidak mempunyai efek rumah kaca dan hujan asam
    Kekurangan dari PLTN ini adalah :
  • Biaya cukup besar
  • Masalah kepemilikan energi nuklir disebabkan karena bahayanya massal
  • Produk buangannya yang sangat radioaktif nuklir sebagai senjata pemusnah
  • Apabila terjadi kebocoran nuklir maka akan menimbulkan kerusakan lingkungan


Hukum-Hukum Kelistrikan


Sebelum belajar jauh mengenai listrik atau elektro, nih mari kita belajar dulu tentang hukum-hukum kelistrikan dasar yang wajib kita kuasai.

1. Hukum Ohm
Jika sebuah penghantar atau resistansi atau hantaran dilewati oleh sebuah arus maka pada kedua ujung penghantar tersebut akan muncul beda potensial, atau Hukum Ohm menyatakan bahwa tegangan melintasi berbagai jenis bahan pengantar adalah berbanding lurus dengan arus yang mengalir melalui bahan tersebut.
Secara sistematis :
                                        V = I .R

Dimana :
V = Tegangan (V)
 I = Arus (Ampere)
 R = Hambatan (Ohm)
Contoh soal dan penyelesaian:
 Jika ujung-ujung sebuah penghantar yang berhambatan 5 Ohm diberi beda potensial 1,5 volt, maka berapakah kuat arus listrik yang mengalir…
Diketahui : R = 5 Ohm dan V = 1,5 Volt
Ditanya : Arus (I)....?
Jawab:
           V = I .R
            I = V / R
              = 1,5 / 5
            I = 0,3 Ampere, maka arus listrik yang mengalir adalah 0,3 Ampere   

2. Hukum Kirchoff 1
Jumlah arus yang memasuki suatu percabangan atau node atau simpul samadengan arus yang meninggalkan percabangan atau node atau simpul, dengan kata lain jumlah aljabar semua arus yang memasuki sebuah percabangan atau node atau simpu sama dengan nol.
Secara sistematis :
    Σ Arus pada satu titik percabangan = 0
    Σ Arus yang masuk percabangan = Σ Arus yang keluar percabangan
Dapat diilustrasikan bahwa arus yang mengalir samadengan aliran sungai, dimana pada saat menemui percabangan maka aliran sungai tersebut akan terbagi sesuai proporsinya pada percabangan tersebut. Artinya bahwa aliran sungai akan terbagi sesuai dengan jumlah percabangan yang ada, dimana tentunya jumlah debit air yang masuk akan sama dengan jumlah debit air yang keluar dari percabangan tersebut.
Contoh soal dan penyelesaian:


3. Hukum Kirchoff 2
Jumlah tegangan pada suatu lintasan tertutup samadengan nol, atau penjumlahan tegangan pada  masing-masing komponen penyusunnya yang membentuk satu lintasan tertutup akan bernilai samadengan nol.
Secara matematis : 

Contoh soal dan penyelesaian:



Rabu, 05 Desember 2012

Beberapa Alat Pengaman Di Jln.Sumbersari Kota Malang

Buat kamu yang suka dengan dunia kelistrikan perlu nih ditingkatkan pengetahuan tentang peralatan yang ada di kelistrikan terutama di power. Banyak sekali alat-alat dipinggir jalan sampai rumah kita yang berbau dengan listrik. Ini adalah beberapa alat proteksi yang ada di sekitar kita. Dibawah ini ada beberapa alat proteksi yang diambil di pinggiran jalan di Kota Malang.

Di atas adalah salah satu gambar dari proteksi yaitu Load Break Switch
Load Break Switch (Sakelar pemutus beban) ini bisa digunakan sebagai pemisah ataupun pemutus tenaga dengan beban nominal. Pada waktu memutus atau melepas jaringan dapat dilihat dengan mata. Perlu diketahui bahwa tidak dapat membuka secara otomatis pada waktu gangguan, dibuka atau ditutup hanya untuk manipulasi beban.

Dan yang ini adalah sectionalizer
Sectionalizer adalah alat pengaman yang secara otomatis dapat memisahkan bagian jaring distribusi yang terganggu. Sectionalizer tidak untuk memutuskan arus gangguan tetapi akan beroperasi/membuka setelah pemutus tenaga digardu induk membuka, atau setelah OCR (Automatic Circuit Recloser) membuka. Cara pemasangan menurut ketentuan setiap ± 13km terpasang satu sectionalizer. Fungsinya yaitu untuk mengisolir bagian jaringan yang terganggu sehingga bagian jaringan lain tetap dapat menyalurkan/mendistribusikan tenaga listrik.
 

Dan yang itu adalah Pole Top Switch
Pole top switch hanya dapat untuk melepaskan atau memasukkan jaringan dengan keadaan tanpa beban. Untuk mengisolir jaringa dengan pemutusan dapat dilihat dengan mata. Pemasangannya hanya pada tiang listrik (pasang luar). Perlu diketahui bahwa tidak dapat memutuskan jaringan dengan sendirinya (otomatis) pada waktu ada gangguan listrik.

Ketiga gambar tersebut adalah beberapa alat proteksi di dunia kelistrikan terutama pada jaringan transmisi dan distribusi listrik.